MANUVER – Kuota Bahan Bakar Umum (BBM) khususnya solar, acap dibuat kembang kempis lantaran jumlahnya selalu kurang. Persoalan lainnya adalah otoritas terkait khususnya penegak hukum mesti melakukan pengawasan maksimal dalam distribusi barang subsidi.

Kepala Dinas Perdagangan Bengkulu Utara (BU), Ir Siti Qoriah, MM, saat dikonfirmasi perihal kebutuhan BBM tahun depan. Mengaku hal itu sudah disikapi pemerintah daerah. Salah satu birokrat senior di lingkungan Pemda BU dan lintas rezim ini bilang, usulan kuota BBM di daerah ini sudah disampaikan ke Pertamina.

“Sudah disampaikan,” kata Siti, kemarin.

Agaknya, kasus penumpukan moda angkutan di hampir setiap SPBU, disikapi oleh daerah. Konkretnya, Siti mengaku, kalau mengingat persentase usulannya, meningkat ketimbang tahun lalu. Sayangnya, Siti mengaku lupa, menjabar angka pasti soal kuota usulan total. Dia cuma ingat, kenaikannya saja.

“Sekitar 2 persen dari tahun ini, untuk tahun depan,” bebernya soal tambahan kuota BBM 2024.

SEMENTARA ITU, dua operator resmi penjualan BBM di daerah, pastinya menyampaikan suara senada. Dan terbukti. Hal ini seperti diungkapkan Idris, Manager SPBU Datar Ruyung.

Dia mengaku, kini pasokan BBM sudah menipis. Adanya penambahan unit kendaraan, Idris menilai penambahan kuota menjadi pilihan. “Kalo bisa naik. Kita bisa lihat antrean, khususnya solar,” ujarnya.

Juga sama disampaikan Siriski Atomojo, Manager SPBU Gunung Agung. Dia mengaku, saban harinya 11 ton solar bisa ludes. Dia berharap ada peningkatan hingga 20 persen.

“Ya opsinya kan tinggal itu. Karena jumlah kendaraan juga bertambah. Syukur-syukur bisa naik 20 persen kuotanya,” terangnya.  (Adv)