Damaskus, Suriah – Sejak hari Minggu (12/02) hingga hari ini​, Tim KBRI Damaskus kembali mengirimkan Tim ke lokasi gempa di Suriah untuk mencari informasi lebih lanjut kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban gempa bumi di Suriah. Tim kali ini dipimpin langsung oleh Dubes RI, Wajid Fauzi.

Dalam kunjungan tersebut, Dubes Wajid bertemu dengan Gubernur Latakia, Mr. Amer Ismail Hilal, dan Gubernur Aleppo, Gen. Hussain Diab, dan menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam dan berdoa bagi pemulihan para korban dan pembangunan kembali Suriah. Tak lupa, Dubes Wajid menyampaikan permohonan koordinasi dapat terus dilakukan antara pemerintah Suriah dengan KBRI dalam memastikan kondisi dan keselamatan WNI. ​

Tim mendatangi 2 wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa di Suriah, yakni Latakia dan Aleppo.

Dalam kunjungan tersebut, Tim berkoordinasi dengan narabuhung, Mr. Maher Slebi, dan di Aleppo, Mr. Muhammad Akra. Mereka sejak hari pertama setelah terjadinya gempa, secara intensif melakukan penelusuran keberadaan WNI di rumah sakit, penampungan korban dan melalui kantor pemerintahan. Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ditemukan WNI yang menjadi korban gempa di Suriah.

Di Aleppo, Dubes bertemu dengan 3 PMI yaitu Sdri. Haryati bt. Karim, Sdri. Wagiati, dan Sdri. Dewi Rahayu. Ketiganya dalam keadaan baik meskipun sempat merasakan ketakutan karena gempa.

Berkat upaya KBRI Damaskus, kasus ketenagakerjaan dan keimigrasian yang dihadapi para PMI tersebut dapat terselesaikan. Tim membawa ketiga PMI tersebut ke Damaskus hari ini (14/03) untuk selanjutnya dipulangkan ke Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Tim juga menyalurkan bantuan kemanusiaan hasil penggalangan donasi yang dilakukan oleh KBRI Damaskus bersama-sama dengan diaspora WNI dan PPI Suriah kepada masyarakat terdampak. Bantuan telah disalurkan ke lokasi penampungan korban bencana di Latakia, yakni di Albassel Sport Club yang menampung sekitar 350 warga terdampak dan 3 sekolah pada Minggu (12/02), dan berikutnya di sekolah Yahya Alheneni di Aleppo pada Senin (13/02).

Gubernur Latakia dan Aleppo menyampaikan ucapan terima kasih atas simpati dan bantuan tersebut. Suriah belum keluar dari dampak perang yang melanda negara tersebut dan masih dalam status embargo oleh negara-negara Barat, sehingga gempa kali ini menjadi pukulan berat bagi kehidupan masyarakat. (Red)