Manuver.co.id, Jakarta — Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) membutuhkan dukungan infrastruktur komputasi yang kuat agar mampu menghasilkan sistem AI yang tangguh dan berdaya saing global.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan, ketersediaan infrastruktur komputasi menjadi modal penting bagi Indonesia untuk masuk ke dalam rantai pasok global infrastruktur AI.
“Kita perlu melakukan localizing, yaitu berinvestasi dalam bentuk computing infrastructure, edge computing, dan cloud computing di Indonesia,” ujar Nezar dalam acara Cisco Connect Indonesia 2026 di Jakarta Selatan, pada Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan penguatan ekosistem inovasi nasional. Pemerintah mendorong penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di dalam negeri agar lahir model AI yang relevan dengan kebutuhan dan permasalahan bangsa.
Selain itu, Nezar menekankan pentingnya investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem AI secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu bersaing dalam pengembangan AI di tingkat global.
“Transformasi digital harus berdampak nyata. Itu hanya bisa dicapai jika kita membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Nezar menyebut Indonesia memiliki keunggulan strategis, baik dari sisi jumlah penduduk yang aktif memanfaatkan teknologi digital maupun ketersediaan sumber daya alam mineral yang dibutuhkan dalam industri semikonduktor.
“Sebetulnya potensi kita besar. Tinggal bagaimana kita membangun fondasinya, mengembangkannya, lalu berkolaborasi dengan banyak mitra. Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan jejaring yang kita miliki,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, Nezar menjelaskan Kementerian Komunikasi dan Digital berperan sebagai akselerator sekaligus orkestrator transformasi digital nasional. Peran ini dijalankan melalui penguatan kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan ekosistem digital.
Melalui penyusunan Peta Jalan AI Nasional dan Etika AI, pemerintah memperkuat kerangka regulasi untuk memastikan pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI berjalan secara bertanggung jawab, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Red)


















