Melalui surat imbauan resmi Nomor 000.1/395/SEK, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, mengingat aktivitas seismik masih berlanjut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan,” ujar Erwin dalam pernyataan resminya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pusat gempa berada pada koordinat (-1.039237, 120.231180) dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan kuat tidak hanya dirasakan di Parigi Moutong, tetapi juga menjangkau wilayah sekitar seperti Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Hingga laporan ini disusun, BMKG mencatat sedikitnya 15 gempa susulan (aftershock), yang meningkatkan risiko kerusakan tambahan pada bangunan yang telah mengalami retakan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Parigi Moutong saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan dan asesmen dampak kerusakan.
Data sementara menunjukkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan di beberapa kecamatan.
Di Kecamatan Torue, kerusakan tercatat paling banyak, yakni di Desa Torue dengan satu rumah rusak di Dusun I, lima rumah di Dusun II, dua rumah di Dusun III, dan satu rumah di Dusun V. Sementara di Desa Tolai, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan di Dusun V.
Di Kecamatan Parigi Selatan, kerusakan terjadi di Desa Boyantongo, masing-masing satu rumah di Dusun III, dua rumah di Dusun IV, dan satu rumah di Dusun VI.
Sedangkan di Kecamatan Sausu, satu rumah warga di Desa Sausu Trans, Dusun VI, dilaporkan mengalami kerusakan.
Untuk meminimalkan risiko korban, Pemkab Parigi Moutong mengeluarkan delapan langkah mitigasi yang wajib diperhatikan masyarakat.
Warga diminta tetap tenang dan tidak panik, memeriksa kelayakan bangunan sebelum kembali masuk rumah, serta menjauhi bangunan yang retak atau berpotensi runtuh.
Masyarakat juga diminta memastikan jalur evakuasi tetap steril, mengutamakan berada di ruang terbuka saat terjadi gempa susulan, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Pemerintah menegaskan masyarakat hanya boleh mengacu pada informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat memperburuk situasi.
Selain itu, warga diminta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan bangunan berat atau adanya korban jiwa.
Pemerintah daerah menilai kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor krusial dalam menekan risiko bencana, terutama pada fase pascagempa ketika gempa susulan masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan dampak gempa, laporan dapat disampaikan melalui Call Center BPBD Parigi Moutong di 08114180117 atau melalui kanal media sosial resmi BPBD.
Pemkab Parigi Moutong berharap seluruh elemen masyarakat saling membantu, menjaga ketenangan, serta mengutamakan keselamatan bersama selama masa tanggap darurat.
Dalam situasi seperti ini, kewaspadaan, informasi yang akurat, dan respons cepat menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak bencana. (Red)



















