LEBONG – ‎Ditengah hiruk-pikuk politik lokal Kabupaten Lebak, nama Medi Juanda dikenal bukan semata karena posisinya sebagai anggota DPRD. Ia justru kerap disebut warga karena kebiasaannya hadir di tengah masyarakat dan membuka diri tanpa sekat.

‎Medi Juanda, S.H., merupakan putra asli Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Perantau asal tanah Rejang itu membuktikan bahwa ketulusan, kerja keras, dan kepedulian terhadap masyarakat dapat menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan.

‎Medi lahir di Desa Tanjung Bungai, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, pada 5 Mei 1979. Ia tumbuh dari keluarga sederhana dengan kedua orang tua yang merupakan masyarakat asli Rejang.

‎Setelah menyelesaikan pendidikan SMA di Curup, Medi memilih merantau ke Jakarta. Perjalanan hidupnya kemudian membawanya ke Kabupaten Lebak, Banten.

‎Saat pertama kali menginjakkan kaki di tanah perantauan, tidak banyak masyarakat yang mengenalnya. Dari Lebak, ia kemudian membangun kehidupan, bekerja, berorganisasi, hingga akhirnya menetap dan berkeluarga.

‎Kehadirannya perlahan diterima masyarakat. Bukan karena hubungan kekerabatan, melainkan karena kesediaannya membantu, mendengar keluhan, dan terlibat dalam berbagai persoalan sosial.

‎“Benar, saya adalah putra Rejang asli asal Kabupaten Lebong. Saya lahir di Desa Tanjung Bungai, Kecamatan Lebong Tengah. Setelah tamat sekolah saya merantau ke Jakarta dan kemudian ke Lebak, Banten,” kata Medi.

‎“Sekarang saya sudah berkeluarga dan menetap di Kabupaten Lebak, dan Alhamdulillah dipercaya masyarakat sebagai wakil rakyat melalui Partai NasDem di DPRD Kabupaten Lebak,” sambungnya.

‎Kepercayaan tersebut tidak diperoleh dalam waktu singkat. Medi dikenal aktif menghadiri berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari kegiatan keagamaan, kepemudaan, olahraga, hingga persoalan sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

‎Ia juga aktif dalam gerakan menolak praktik penahanan ijazah siswa. Medi bahkan tidak ragu hadir dalam aksi demonstrasi untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.

‎Bagi Medi, politik bukan sekadar arena perebutan kekuasaan. Ia memandang politik sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat.

‎Pandangan tersebut pula yang membuatnya mampu memperoleh kepercayaan warga Lebak, meski dirinya merupakan perantau dari daerah yang jauh dan tidak memiliki jaringan keluarga besar di Banten.

‎Medi dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Lebak selama dua periode. Pada periode 2019–2024, ia mengawali pengabdiannya sebagai wakil rakyat di parlemen daerah.

‎Kepercayaan masyarakat kembali diperoleh pada Pemilu 2024. Medi terpilih untuk periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lebak 1, yang meliputi Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, dan Warunggunung.

‎Di DPRD Kabupaten Lebak, Medi menjalankan tugas sebagai anggota Fraksi Partai NasDem dan terlibat dalam berbagai penugasan kedewanan yang berkaitan dengan kepentingan serta aspirasi masyarakat.

‎Di luar parlemen, rekam jejak Medi juga diwarnai keterlibatan dalam berbagai organisasi sosial, olahraga, kepemudaan, dan dunia usaha.

‎Bagi masyarakat yang mengenalnya, Medi bukan sekadar seorang legislator. Ia menjadi gambaran bahwa seorang perantau dapat tumbuh dan menjadi bagian dari masyarakat di daerah tempatnya tinggal.

‎Kepercayaan itu ia bangun melalui kehadiran, bukan hanya janji. Hubungan dengan masyarakat dijalinnya melalui kepedulian, bukan semata kepentingan politik.

‎“Politik itu pengabdian dan ibadah,” ujar Medi.

‎Dalam perjalanan hidupnya, Medi juga menghadapi ujian keluarga setelah kehilangan putri tercintanya, Dina Azzahra Juanda. Namun, ia tetap melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.

‎Bersama istrinya, Hasanah, S.Pd.I., dan kedua anaknya, Medi menjalani kehidupan yang berlandaskan nilai kekeluargaan, kerja keras, serta semangat untuk memberikan manfaat bagi sesama.

‎Perjalanan Medi Juanda menunjukkan bahwa asal daerah bukanlah batas untuk mengabdi. Putra Lebong dari tanah Rejang itu akhirnya dipercaya menjadi wakil rakyat di Lebak karena mampu menanamkan ketulusan, menjaga kepercayaan, dan hadir dalam berbagai persoalan masyarakat.

‎Profil Singkat Medi Juanda
‎Nama: Medi Juanda, S.H.
‎Tempat/Tanggal Lahir: Desa Tanjung Bungai, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, 5 Mei 1979
‎Istri: Hasanah, S.Pd.I.
‎Anak: M. Isnan Azis Juanda, Dina Azzahra Juanda (alm.), Almaira Zivana Juanda
‎Pendidikan: SD Negeri 22 Tanjung Bungai (1992), SMP Negeri Embong Panjang (1995), SMA Negeri 2 Curup (1998), Universitas Ma’thul Anwar Banten (2015)
‎Jabatan: Anggota DPRD Kabupaten Lebak periode 2019–2024 dan 2024–2029
‎Partai Politik: Partai NasDem
‎Dapil: Lebak 1, meliputi Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, dan Warunggunung
‎Organisasi: Sekretaris DPD Partai NasDem Lebak, Ketua Umum Handball Lebak, Dewan Pembina PPBNI (Satria Banten), Dewan Penasehat Karang Taruna Kabupaten Lebak. Medi juga pernah menjabat Direktur PT Cinyurup dan komisaris di sejumlah perusahaan.