LEBONG – Kepolisian Resor (Polres) Lebong terus memperkuat upaya pembinaan karakter generasi muda melalui program Polisi Peduli Pendidikan. Kali ini, kegiatan edukasi dan dialog bersama pelajar dilaksanakan di SMP Negeri 01 Kabupaten Lebong, Senin (2/11/2026), mulai pukul 07.30 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K., didampingi Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) dan sejumlah personel Satlantas Polres Lebong. Dalam kunjungan itu, Kapolres memberikan pembekalan kepada para siswa mengenai penggunaan telepon genggam (HP) secara bijak, bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks, perundungan (bullying), tawuran, serta pentingnya menghindari pergaulan bebas.

Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan sikap bijak dan tanggung jawab. Menurutnya, kemudahan mengakses informasi melalui telepon genggam dan media sosial perlu dimanfaatkan untuk kegiatan positif, terutama menunjang proses belajar dan pengembangan kemampuan diri.

“Kami mengajak seluruh pelajar agar bijak menggunakan HP dan media sosial. Jangan mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Manfaatkan teknologi untuk hal-hal positif yang mendukung pendidikan dan masa depan,” pesan Kapolres.

Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi kepolisian untuk berdialog dengan pihak sekolah mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam lingkungan pendidikan. Sejumlah hal yang dibahas meliputi penanganan perkelahian dan perundungan antarsiswa, keberadaan angkutan pelajar yang melebihi kapasitas, serta metode pendisiplinan siswa di lingkungan sekolah.

Menanggapi persoalan perkelahian dan perundungan, Kapolres mendorong pihak sekolah untuk melibatkan Bhabinkamtibmas dalam proses mediasi maupun pembinaan apabila terjadi permasalahan antarsiswa. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan secara tepat sekaligus mencegah konflik berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Sementara itu, terkait angkutan pelajar yang berpotensi membahayakan keselamatan, pihak sekolah diminta berkoordinasi dengan Satlantas Polres Lebong agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Keselamatan pelajar selama perjalanan menuju dan pulang dari sekolah dinilai menjadi tanggung jawab yang perlu mendapat perhatian bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengingatkan para tenaga pendidik agar mengedepankan pendekatan pembinaan tanpa kekerasan ketika mendisiplinkan siswa. Menurutnya, proses pendidikan harus tetap memperhatikan kondisi psikologis dan keselamatan anak sehingga tidak menimbulkan luka fisik maupun trauma.

“Kami memahami bahwa mendidik anak bukanlah hal yang mudah. Namun, hindari hukuman fisik yang dapat menimbulkan luka maupun trauma. Utamakan teguran, nasihat, pembinaan, dan pendekatan edukatif. Apabila ditemukan permasalahan yang mengarah pada tindak pidana, silakan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tegas Kapolres.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari lingkungan sekolah. Seorang warga yang memiliki anak usia sekolah menilai edukasi langsung dari kepolisian penting untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai risiko perundungan, tawuran, dan penyalahgunaan media sosial.

“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan telepon genggam dan media sosial. Karena itu, edukasi seperti ini penting agar mereka memahami batasan, menghormati teman, dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres Lebong berharap terbangun kesadaran pelajar untuk menerapkan perilaku disiplin, bijak menggunakan media sosial, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat juga diharapkan semakin kuat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendekatan preventif kepolisian dalam melindungi generasi muda. Dengan pembinaan dan komunikasi yang berkelanjutan, para pelajar diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, serta mampu berkontribusi positif bagi lingkungan dan masa depan daerah. (Red)