Manuver.co.id, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan operasi darat dan udara di sejumlah wilayah.
Hingga Selasa (31/3/2026), tercatat puluhan sortie penerbangan dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau, Jim Gafur, mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu.
“Penanganan terus dilakukan secara terpadu, baik melalui darat maupun udara, untuk memastikan api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas,” ujar Jim di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Untuk mendukung operasi tersebut, dua helikopter patroli dikerahkan, masing-masing milik BNPB dengan 18 sortie dan Kementerian Kehutanan dengan 6 sortie.
Selain itu, satu helikopter water bombing milik BNPB telah melakukan 11 sortie dengan total 545 kali pengeboman air, atau sekitar 2,45 juta liter air yang dijatuhkan ke titik api.
Upaya lain juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat BNPB yang telah melaksanakan empat sortie dengan penyemaian 4.000 kilogram (kg) garam (NaCl).
Berdasarkan data terkini, terdeteksi 21 titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Riau.
Di Kabupaten Pelalawan, terdapat tiga titik api aktif di Desa Merbau, Desa Pulau Muda, dan Desa Teluk Dalam, dengan kondisi asap cukup tebal.
“Petugas gabungan di lapangan masih terus lakukan pemadaman,” kata Jim.
Di Kota Dumai, sebagian besar dari lima titik api telah berhasil dipadamkan. Beberapa lokasi kini memasuki tahap pendinginan.
Sementara itu, di Indragiri Hulu, dua titik api terdeteksi, dengan satu titik telah padam dan satu lainnya masih dalam proses pendinginan.
Kondisi serupa juga terjadi di Indragiri Hilir, dengan tiga titik api yang saat ini dalam tahap pendinginan.
Adapun Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan titik api terbanyak, yakni delapan titik. Sejumlah lokasi dilaporkan masih memiliki api aktif disertai asap tebal.
Upaya pemadaman di Bengkalis terus dilakukan secara intensif, termasuk dengan penyekatan menggunakan alat berat untuk mencegah api meluas. (Red)


















