Kemkomdigi Pastikan Layanan Telekomunikasi Sulut Pulih 100 Persen Kurang dari 24 Jam Pascagempa

Manuver.co.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan seluruh layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara (Sulut) telah pulih 100 persen dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gempa magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4/2026).

Gempa yang berpusat sekitar 129 kilometer tenggara Bitung tersebut sempat menyebabkan gangguan pada 223 site atau sekitar 9,97 persen dari total 2.236 site di wilayah terdampak. Namun, berdasarkan pemantauan terakhir pada Jumat (3/4/2026) pukul 05.17 WIB, seluruh site telah kembali beroperasi normal.

Gangguan jaringan sebelumnya disebabkan oleh terputusnya pasokan listrik. Untuk mempercepat pemulihan, operator memanfaatkan genset sebagai sumber daya alternatif hingga pasokan listrik kembali stabil.

Seluruh operator telekomunikasi, yakni Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Ooredoo Hutchison, memastikan tidak ada lagi site yang terdampak, sehingga konektivitas masyarakat kembali berjalan optimal.

Sejak awal kejadian, pemerintah langsung mengaktifkan Crisis Management Team di Posko Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) dengan melibatkan seluruh unsur teknis dan operator guna menjaga layanan tetap berjalan serta mempercepat proses pemulihan.

Dalam prosesnya, hingga sore hari pascagempa, sebanyak 219 site telah kembali beroperasi, sementara empat site lainnya masih dalam tahap pemulihan yang tersebar di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Minahasa Selatan, sebelum akhirnya seluruhnya kembali normal.

Selain memastikan konektivitas, sistem peringatan dini juga berjalan efektif. Early Warning System kebencanaan berhasil mengirimkan notifikasi gempa dan potensi tsunami dari BMKG ke wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, termasuk Kota Bitung, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, dan Ternate.

Di sisi pengawasan frekuensi, dua stasiun monitoring transportabel di Bitung dan Minahasa terpantau dalam kondisi baik dan tetap beroperasi. Sebagian besar unit monitoring juga tidak mengalami gangguan, meskipun Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Manado sempat mengalami penurunan kualitas layanan dan masih dalam pemantauan.

Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan seluruh sumber daya terus disiagakan guna memastikan jaringan tetap stabil, sehingga kebutuhan komunikasi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal selama masa tanggap darurat. (Red)