Manuver.co.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu Tahap 1 dan 2 Tahun 2025. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Jakarta, sekaligus dirangkaikan dengan Rekonsiliasi Data Penerima Bantuan Pemerintah yang diikuti LPTK dari seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa PPG merupakan program strategis pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan nasional.

“PPG bukan sekadar formalitas atau angka-angka, melainkan pembentukan guru yang benar-benar berkualitas. Guru adalah agen pembelajaran sekaligus agen peradaban. Karena itu, PPG harus dijalankan dengan akuntabilitas penuh dan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Abdul Mu’ti, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Senin (1/9/2025).

Menurutnya, agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas guru ditempuh melalui tiga langkah utama: peningkatan kesejahteraan, peningkatan kualifikasi melalui pendidikan D4 dan S1, serta peningkatan kompetensi lewat pelatihan. Program PPG menjadi prasyarat penting bagi guru untuk memperoleh sertifikasi sekaligus meningkatkan kapasitas profesional dan motivasi belajar.

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Prof. Muchlas menyebut kepercayaan pemerintah sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. “Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar penerimaan hibah, tetapi wujud komitmen untuk meningkatkan kualitas guru di Indonesia. Kami menyiapkan infrastruktur, instruktur berkualitas, dan sekolah mitra untuk mendukung calon guru mencapai standar kompetensi,” katanya.

Rektor Unika Atma Jaya (UAJ) Prof. Yuda Turana menilai penandatanganan PKS ini sebagai pengakuan resmi atas kredibilitas lembaga dalam penyelenggaraan PPG. “Kerja sama ini memperkuat kolaborasi kami dengan berbagai pemangku kepentingan. Atma Jaya mendukung penuh melalui SDM berkualitas, kurikulum terintegrasi, laboratorium, serta sistem evaluasi yang terjamin mutunya. Kami ingin melahirkan guru unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi pada agenda Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Musamus (Unmus) Dr. Daud Andang Pasalli menekankan pentingnya peran perguruan tinggi daerah dalam pemerataan mutu guru. “Kerja sama ini mendorong lahirnya guru profesional, inovatif, dan adaptif. Kami menyiapkan tata kelola PPG yang kuat, SDM terlatih, infrastruktur digital, serta kerja sama dengan sekolah mitra. Dengan PPG, layanan pendidikan semakin merata dan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Baik UAD, Atma Jaya, maupun Unmus menegaskan bahwa mahasiswa calon guru perlu mengikuti PPG dengan sungguh-sungguh, berkomitmen tinggi, serta terbuka terhadap perkembangan. Mereka optimistis PPG akan menghasilkan guru profesional, berkarakter, dan siap membawa perubahan nyata bagi bangsa.

Dengan adanya PKS PPG 2025, Kemendikdasmen bersama LPTK memperkuat ekosistem pendidikan nasional melalui kolaborasi strategis. Program ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran, meneguhkan peran guru sebagai garda terdepan pendidikan, serta melahirkan generasi emas Indonesia yang cerdas, unggul, dan berdaya saing global. (red)