Progres Penanggulangan TBC: Dua Provinsi Lampaui Target Nasional

Manuver.co.id, Jakarta  Kementerian Kesehatan melaporkan capaian signifikan dalam upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) nasional hingga minggu pertama Oktober 2025. Berdasarkan paparan Sekretaris Ditjen Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, Indonesia telah mencatat penemuan kasus TBC sebesar 621.725 pasien atau sekitar 57 persen dari estimasi nasional sebanyak 1.090.000 kasus.

Alhamdulillah, capaian ini sudah melewati angka 600 ribu kasus yang sebelumnya sulit dicapai. Namun kita masih harus bekerja keras untuk mencapai target nasional 90 persen atau sekitar 900 ribu kasus hingga akhir tahun,” ujar Andi dalam pertemuan koordinasi nasional secara daring, yang dikutip di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Dari target penemuan 981 ribu kasus, capaian penemuan telah mencapai 57 persen, sedangkan pengobatan TBC sensitif obat (SO) berada di angka 91 persen dari target 95 persen. Untuk kasus TBC resisten obat (RO), capaian pengobatan mencapai 79 persen. Tingkat keberhasilan pengobatan TBC SO mencapai 80 persen, sementara keberhasilan pengobatan TBC RO tercatat sebesar 58 persen dari target 80 persen. “Keberhasilan pengobatan ini masih perlu ditingkatkan, terutama bagi pasien TBC resisten obat. Kita perlu memperkuat rantai layanan, ketersediaan obat, serta pemantauan langsung di lapangan,” imbuhnya.

Dari delapan provinsi prioritas, Banten dan Jawa Barat menjadi dua provinsi dengan capaian tertinggi yang sudah melampaui target 68,7 persen notifikasi kasus per 5 Oktober. Adapun Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta untuk memperkuat strategi penemuan dan pengobatan karena capaian masih di bawah 50 persen.

Provinsi Jawa Timur juga mencatat kinerja baik dengan keberhasilan pengobatan TBC SO sebesar 85 persen, sementara NTT dan Kalimantan Utara memimpin keberhasilan pengobatan TBC resisten obat, masing-masing mencapai 86 persen. “Capaian di beberapa provinsi patut diapresiasi. Namun kami juga mengingatkan agar daerah-daerah dengan capaian rendah segera memperkuat kolaborasi lintas sektor,” jelas Andi Saguni.

Sementara itu, capaian terapi pencegahan TBC (TPT) baru mencapai 11,2 persen dari target 72 persen. Meski demikian, angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding awal tahun yang masih di bawah satu digit. Daerah dengan capaian terbaik TPT antara lain Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Terkait desa siaga TBC, DKI Jakarta menjadi satu-satunya daerah yang sudah mencapai 100 persen kelurahan siaga. Disusul oleh Jawa Barat dan Jawa Timur yang menunjukkan tren peningkatan pesat. Sebaliknya, Sulawesi Selatan, NTT, dan Sumatra Utara masih perlu memperluas pembentukan desa atau kelurahan siaga TBC.

Kemenkes kini mengintegrasikan upaya penanggulangan TBC ke dalam program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG). Melalui integrasi ini, skrining aktif (Active Case Finding/ACF) dilakukan bersamaan dengan layanan CKG, baik di fasilitas kesehatan maupun komunitas. Strategi ini juga disertai pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) untuk kontak erat pasien. “Kita ingin agar seluruh kegiatan skrining, termasuk TBC, diabetes, dan penyakit tidak menular lainnya, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Semua dilakukan secara terintegrasi dalam kerangka besar Cek Kesehatan Gratis,” tegas Andi.

Selain itu, Kemenkes juga sedang menjalankan pre-pilot one stop service di Kota Bandung, Bogor, dan Semarang. Program ini memanfaatkan alat diagnosis portabel point of care seperti PlusLife yang dapat digunakan dengan metode usap mulut, sehingga memudahkan deteksi TBC terutama pada anak-anak.

Andi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan anggaran DAK dan DOk non-fisik secara optimal. Ia meminta dukungan dari Bappeda, Inspektorat, dan Dinas Kesehatan daerah untuk mempercepat rekomendasi penyaluran dana agar tidak tertunda. “Sayang sekali bila anggaran tidak dimanfaatkan dengan baik. Kita ingin memastikan seluruh sumber daya, baik SDM maupun dana, benar-benar bekerja untuk mempercepat eliminasi TBC di Indonesia,” pungkasnya.

Kementerian Kesehatan menargetkan eliminasi TBC pada 2030 melalui strategi deteksi dini, pengobatan komprehensif, dan penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam kerangka program prioritas nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG). (red)