MANUVER – Harga cabai terpantau melonjak, hari ini, Selasa (20/2), Panel Harga Badan Pangan mencatat harga cabai kompak turun, tapi masih lebih tinggi dari sepekan lalu. Di wilayah Bengkulu Utara, harga cabai merah bahkan dilaporkan sudah mencapai Rp120.000 hari ini.
Harga cabai rawit merah hari ini turun Rp290 ke Rp84.370 per kg dan cabai merah keriting turun Rp320 ke Rp66.230 per kg.
Sepekan lalu, harga cabai rawit merah tercatat di Rp81.440 per kg dan cabai merah keriting di Rp65.110 per kg.
Harga tersebut adalah rata-rata harian nasional di tingkat pedagang eceran, data diakses pukul 14.20 WIB.
Secara rata-rata bulanan November 2023, harga cabai rawit merah dilaporkan mencapai Rp75.340 atau hampir menyamai rekor tertinggi harga tahun 2023 yang tercatat di Rp75.380 per kg di bulan Desember.
Dan cabai merah keriting bulan ini sudah mencapai Rp61.810 per kg, jadi tertinggi tahun ini. Tahun 2022 lalu, harga tertinggi mencapai Rp73.140 per kg di bulan Desember.
Akibat adanya kenaikan harga ini membuat omset penjualannya menjadi menurun. Hal ini lantaran dirinya harus menyesuaikan harga jual dengan harga modal yang dimiliki.
Salah satu pedagang pasar purwodadi supri mengatakan “Kalo omset jelas turun, karena kita harus menaikkan harga jual, kalo tidak begitu ya kita penjual yang merugi,” ujarnya.
Sementara itu, kenaikan harga Cabai sendiri disebabkan oleh hasil panen dari Cabe lokal yang kurang maksimal.
Tak hanya cabai, sejumlah komoditi pertanian lain juga hasilnya kurang baik. Sehingga harganya mahal dari harga normal, seperti tomat, dan berbagai jenis sayur mayur.
Seperti yang diungkapkan oleh Sona seorang petani Cabai dari rejang Lebong. Bahwa hasil panen saat ini sedang tidak bagus oleh sebab itu terjadi kenaikan harga. (Rls)



















