Ciputat (Kemenag) — Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama menginisiasi program ‘Kusemai Nilai’, sebuah upaya pengawasan antikorupsi berbasis pendekatan keluarga. Program ini digulirkan bersama Srikandi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Itjen Kemenag dan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Indonesia.

Salah satu implementasinya, digelar Focus Group Discussion (FGD) Kusemai Nilai  bertajuk ‘Sebuah program untuk melandaskan nilai dan membangun budaya’. Ada sembilan nilai untuk mencegah tindakan korupsi, yaitu: jujur, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani, mandiri, peduli dan adil.

Inisiasi ini mendapat apresiasi dari Penasihat DWP Kemenag, Eny Retno Yaqut. Dia berharap, dari program ini akan lahir mentor-mentor anti korupsi. “Saya mengapresiasi program ‘Kusemai Nilai’ ini, dengan melihat sembilan nilai untuk cegah tindakan korupsi,” kata Penasihat DWP Kemenag, Eny Retno Yaqut di Wisma Syahida Inn, Kamis (9/3/2023).

“Nilai-nilai integritas ini harus terus ditumbuhkan di lingkungan keluarga, utamanya kepada anak,” sambungnya.

FGD Kusemai Nilai Itjen Kemenag 2023

“Terkadang banyak kesalahan perlakuan pelayanan, semisal melayani pejabat saat ke daerah. Ini harus ditindak tegas. Menyambut pejabat itu biasa aja, jangan nyleneh-nyleneh. Bekerja sesuai tugas dan fungsi saja,” tegas Eny Retno Yaqut.

Bagi Eny Retno Yaqut, sosok seorang ibu itu tonggak kokoh pembentukan keluarga, utamanya terhadap tindak korupsi.

Plt Sesitjen, Kastolan menyampaikan bahwa Itjen merupakan pengawasan internal Kementerian Agama. Beberapa hal telah dilakukan untuk menyemai tindakan anti korupsi, salah satunya melakukan pencegahan korupsi dengan berbasis keluarga, bekerjasama dengan SPAK.

“Perempuan sebagai titik awal penyemai anti korupsi melalui keluarga. FGD ini menjadi sarana pendalaman konsep program Kusemai nilai Itjen Kemenag. Penguatan ekosistem anti korupsi juga telah menyasar di PTKN. Hari ini menyasar ditingkat keluarga,” kata Kastolan.