MANUVER – Bawaslu Bengkulu Utara tidak menemukan pelanggaran yang secara krusial slama pemilu 2024 di 896 TPS di Bengkulu Utara.

Komisioner Bawaslu Bengkulu Utara Tahirin Jayadi mengatakan, dari awal hari H pencoblosan dan dilanjutkan pleno di tingkat PPK pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran pemilu.

“Dari hari pencoblosan, sampai pleno di PPK yang sedang berjalan ini belum ada temuan, ” ujar Tahirin, Kamis (22/2/2024).

Sebagai bentuk pengawasan, Bawaslu di tingkat TPS, Desa, Kecamatan juga melaporkan hasil pemilu berdasarkan C1 melalui sebuah aplikasi, seperti pemilu sebelumnya.

“Sebagai badan pengawasan, kita juga melaporkan hasil setiap TPS melalui aplikasi juga, ” terangnya.

Langkah ini dilakukan untuk menjadi bagian dari alat kerja pengawasan dalam menangani perselisihan dan gugatan lainnya.

Oleh karena itu, kami terus melakukan update untuk mendukung pelaksanaan fungsi Bawaslu di sektor pencegahan.

Sementara itu, dia mengakui bahwa sebelum masa kampanye, timnya tengah memproses dua laporan yang harus dihentikan di KASN. Laporan-laporan tersebut mencakup dugaan pembuatan baliho caleg di sebuah sekolah menengah kejuruan di Bengkulu Utara.

Selain itu, laporan  oknum DPRD Bengkulu Utara hendak melakukan pembelian sepeda motor untuk kades dari APBD, dengan catatan harus mendukung caleg tertentu.

Namun, kedua laporan tersebut tampaknya tidak memiliki dasar dan hanya menimbulkan kontroversi politik di Bengkulu Utara. (Rls)